Karena kepadatan kerja, banyak masyarakat yang lupa mengonsumsi air
secara rutin. Padahal air dibutuhkan oleh tubuh. Sekali menunda bisa
menyebabkan berbagai gangguan dalam tubuh.
Sekitar 70 persen
dari berat badan berasal dari air. Manusia biasanya merasa haus hanya
ketika tubuh membutuhkan air. Meskipun hal ini benar, studi penelitian
terbaru menunjukkan bahwa ada indikator lain untuk segera minum air.
Minum air ketika haus saja tidak cukup. Mengabaikan indikator ini dapat
menyebabkan beberapa penyakit.
Sebagian besar dari kita
menghabiskan banyak jam kami bekerja di lingkungan ber-AC jadi tidak
merasa haus. Tapi hal ini bukan berarti bahwa tubuh kita tidak
membutuhkan air. Seperti yang diulas Times of India (16/3), kekurangan
air dapat menyebabkan kelelahan.
Aliran air di dalam dan di luar
sel menghasilkan energi. Energi ini disimpan dalam tubuh bersama dengan
sumber energi lainnya dalam tubuh. Energi yang dihasilkan oleh air dalam
sel membantu mengirimkan rangsangan pada saraf. Kadar air dalam tubuh
mempengaruhi fungsi dari berbagai protein dan enzim yang terlarut di
dalamnya.
Air membantu menjaga kelembapan pada lapisan organ
internal tubuh. Ia memelihara volume hingga dalam batas normal dan
konsistensi cairan seperti darah dan getah bening. Air dapat mengatur
suhu tubuh.
Selain itu, air sangat penting untuk mengatur
struktur dan fungsi kulit. Tubuh akan kehilangan sekitar empat liter air
setiap hari akibat aktivitas yang dilakukan. Oleh karena itu,
diperlukan mengonsumsi air minimal delapan gelas per hari. Asupan air
yang tidak tercukupi dapat menyebabkan dehidrasi.
Tidak hanya
dehidrasi dan kulit menjadi kusam, kekurangan air bisa mengakibatkan
gangguan fungsi ginjal. Rentan terkena infeksi kandung kemih karena
bakteri tidak bisa keluar akibat kurang minum dan gangguan fungsi otak.
Jadi jangan sering menunda minum agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Sumber: http://www.merdeka.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar