Jakarta, Jalan kaki adalah aktivitas fisik sederhana yang mudah dan paling memungkinkan untuk dijadikan rutinitas sehat. Berjalan kaki hingga jarak tertentu setiap hari bisa mencegah kegemukan. Tetapi jika kuat lari, kenapa cuma jalan kaki?
Para ilmuwan dari The American Council on Exercise (ACE) baru-baru ini mengungkap fakta soal lari. Seperti dikutip dari Healthday, Senin (18/2/2013), lari dipastikan membakar kalori rata-rata 40 persen lebih banyak dibandingkan hanya berjalan kaki.
Tidak mengherankan, sebab dalam kenyataannya jauh lebih cepat ngos-ngosan saat lari dibanding jalan kaki. Seseorang bisa jalan kaki berjam-jam bahkan seharian tanpa mengeluh kelelahan, misalnya saat berbelanja di mal. Tetapi sebentar saja berlari mengejar bus, kadang langsung pegal-pegal.
Namun bukan berarti jalan kaki tidak ada manfaatnya, sebab banyak penelitian telah membuktikan bahwa aktivitas ini paling memungkinkan untuk dilakukan setiap hari. Dibandingkan lari tetapi cuma sebulan sekali, tentu lebih baik jalan kaki saja tetapi bisa rutin setiap hari.
Dalam rilisnya yang dikeluarkan pekan lalu, ACE tidak hanya mengungkap fakta tentang lari yang sering disalahpahami. Soal stretching atau peregangan sebelum olahraga, ACE juga memberikan penjelasan untuk meluruskan mitos yang keliru selama ini.
Jika selama ini orang menganggap stretching sebelum olahraga penting dilakukan untuk mencegah cedera, ACE menilainya belum tentu demikian. Ada 2 macam stretching yakni static stretching dan dynamic stretching dan kalau tidak tepat dalam memilih maka risiko cedera tetap ada.
Static stretching adalah peregangan yang dilakukan dengna merentangkan otot secara maksimum, lalu menahannya selama 30 detik. Faktanya, strecthing seperti ini tidak terbukti meningkatkan performa saat berolahraga bahkan memicu cedera pada olahraga berat seperti sprint atau lari cepat.
Untuk olahraga berat dengan produksi energi maksimal seperti itu, ACE lebih menganjurkan dynamic stretching. Caranya seperti yang dicontohkan ACE adalah dengan melakukan langkah-langkah panjang dan bukan sekedar peregangan yang dilakukan sambil diam.
Sumber: detikhealth
Tidak ada komentar:
Posting Komentar