Saat Anda ingin memulai program diet
Anda harus mempertimbangkan berbagai aspek kesehatan dengan melakukan
berbagai tes, hal ini dilakukan agar program diet Anda tepat sasaran dan
tidak menimbulkan dampak negatif yang serius.
![]() |
| Foto: bodycarebyiandj.com |
Saat ini telah banyak kasus 'salah diet', yang diakibatkan oleh
kurangnya pengetahuan tentang program diet. So, sebelum program diet
dimulai ada baiknya Anda berkonsultasi ke spesialis gizi terlebih
dahulu. Anda akan diberikan berbagai tes dan hasil tes tersebut akan
menunjukkan kondisi kesehatan Anda, apakah Anda kelebihan atau
kekurangan zat gizi tertentu. Dengan demikian, dapat ditentukan apakah
Anda dapat menjalankan, meneruskan, mengganti, atau bahkan, menghentikan
diet Anda.
Berikut 5 jenis tes yang sering dilakukan sebelum program diet dimulai:
1. Pemeriksaan lipid (lemak)
Deteksi risiko penyakit jantung
Mengapa diperlukan: Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang
gerak, gizi buruk, obesitas, dan diabetes merupakan faktor-faktor risiko
untuk penyakit jantung. Sindroma yoyo (berat badan yang naik turun)
dapat menurunkan kadar HDL (kolesterol ’baik’), sehingga meningkatkan
risiko penyakit jantung. Pemeriksaan lipid ini akan mengukur kadar HDL,
LDL (kolesterol ’jahat’), dan trigliserida. Menurut Institut Nasional
Jantung, Paru, dan Darah Amerika Serikat, dalam setiap desiliter darah,
kadar LDL seharusnya kurang dari 130 mg, kadar HDL lebih dari 55 mg, dan
trigliserida tidak lebih dari 250 mg.
2. Pemeriksaan hemoglobin terglikosiasi (HbA1c)
Deteksi diabetes tipe 2
Mengapa diperlukan: Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit
Pencernaan & Ginjal Amerika Serikat, kira-kira 5,4 juta orang tidak
mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes. Pemeriksaan ini diperlukan
bila tekanan darah Anda 40/90 atau lebih, berat badan Anda 20% melebihi
berat badan ideal Anda, indeks massa tubuh Anda 27 atau lebih, atau Anda
berusia 45 tahun atau lebih. Menurut para pakar di bidang gizi, mereka
lebih rnenyarankan dilakukannya pemeriksaan hemoglobin ini daripada
pemeriksaan glukosa darah puasa, karena lebih menggambarkan kadar gula
darah. Dengan demikian, akan mengurangi kemungkinan terjadinya hasil
yang tidak akurat.
3. Pemeriksaan fungsi timid
Deteksi disfungsi tiroid
Mengapa diperlukan: Terutama diperlukan untuk mereka yang ingin
meningkatkan berat badan. Keletihan, pertambahan berat badan, dan nyeri
otot menandakan terjadinya hipotiroidisme (penurunan fungsi tiroid).
Sedangkan penurunan berat badan jantung berdebar-debar, dan kecemasan
menunjukkan adanya hipertiroidisme (peningkatan fungsi tiroid).
Pemeriksaan yang harus dilakukan setiap tahun (atau setiap tiga bulan
bila Anda mengalami gejala-gejala tertentu) ini akan mengukur kadar
hormon perangsang tiroid, tiroksin, dan triiodotironin. Perubahan kadar
salah satu dari ketiganya menandakan adanya suatu masalah. Setelah
hipotiroidisme diatasi berat badan memang akan berkurang dengan mudah.
Namun, kelebihan berat badan tidak selalu merupakan hasil
ketidakseimbangan hormonal.
4. Pemeriksaan fungsi ginjal
Deteksi ureum dan kreatinin darah
Mengapa diperlukan: Pemeriksaan ini dapat mengukur adanya penurunan
fungsi ginjal dimana terdapat peningkatan kadar ureum dan kreatinin
dalam darah. Bila ini terjadi, ada baiknya Anda membatasi asupan
protein, agar tidak memperberat kerja ginjal.
5. Deteksi kadar asam urat darah
Mengapa diperlukan: Diet rendah kalori biasanya akan meningkatkan kadar
asam urat dalam darah. Kadar yang memang sudah tinggi sebelumnya dapat
bertambah tinggi, bila Anda menjalankan diet ini. Kadar asam urat yang
tinggi dapat menimbulkan penyakit gout dan batu ginjal.
(Source: jadilangsing.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar